KEPUASAN KERJA

BAB 1
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuik mendapatkan hasil kerja yang optimal. Ketika seorang merasakan kepuasan dalam berkerja tentunya ia akan berupaya semaksimal mungkin dengan segenap kemampuan yang dimiliki untuk menyelesaikan tugas perkerjaannya. Dengan demikian produktifitas dan hasil kerja karyawan akan meningkatsecara optimal. Dalam kenyataanya, di indonesia dan juga mungkin dinegara-negara lain, kepuasan kerja dengan secara menyeluruh belum mencapai tingkat maksimal.

B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAAN KERJA KARYAWAN
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasaan kerja karyawan pada dasarnya secara pratis dapat dibedakan menjadi dua kelompok:
1. faktor intrinsik
2. faktor ekstrinsik
1. faktor intrinsik adalah: faktor yang berasal dari dalam diri dan dibawa oleh setiap karyawan sejak mulai berkerja ditempat perkerjaannya, yang dalam penelitianya adalah instiitusi pendidikan.
2. faktor ekstrinsik adalah: menyangkut hal-hal yang berasal dari luar diri karyawan, antara lain kondisi fisik lingkungan kerja, interaklsinya dengan karyawan lain, sistem pengajian dan sebagainya.

Peningkatan kepuasaan kerja karyawan pada institusi pendidikan di indonesia hanya mungkin terlaksana secara bermakna apabila faktor-faktor yang mempengaruhi dapat di indetifikasi secara ilmiah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif ( basarnya hubungan ) dengan memberi penekatan intervensi pada faktor-faktor yang lebih besar bobot hubungannya.

Secara teoritis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasaan kerja sangat banyak jumlahnya, seperti gaya kepemimpinan, produktivitas kerja, prilaku, locus of control, pemenuhan harapan, penggajian dan efektifitas kerja.

Berdasarkan uraian diatas, masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
1. apakah terdapat hubungan antara locus of controldengan kepuasaan kerja karyawan
2. apakah terdapat hubungan tipe prilaku dengan kepusaan kerja karyawan
3. apakah terdapat hubungan antara pemenuhan harapan penggajian dengan kepuasaan kerja
4. apakah terdapat locus of control dengan tipe prilaku, dan pemenuhan harapan penggajian secara bersama-sama dengan kepuasaan kerja karyawan.

BAB 11
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KEPUASAAN KERJA
1. kerangka teori
a. hakikat kepuasaan kerja karyawan
1. kepuasaan kerja pada dasarnya merujuk pada beberapa besar seorang pegawai menyukai pekerjaannya ( cherington, 1987: 82 ).
2. kepuasaan kerja adalah: sikap umum perkerja tentang perkerjaan yang dilakukannya, karena pada umumnya apabila orang membahas tentang sikap pegawai, yang dimaksud adalah kepuasaan kerja ( Robbins, 1994: 417 ).
3. perkerjaan merupakan bagian yang penting dalam kehidupan seseorang, sehinga kepuasaan kerja juga mempengaruhi kehidupan seseorang. Oleh karena itu kepuasaan kerja adalah bagian kepuasaan hidup ( wether dan davis, 1982:42 ).

b. hakikat locus of control
mengacu pada teori yang ada ( Hjele dan Ziegler, 1981; Cyberia, 1966-1999; Baron dan Byrne, 1994 ), maka locus of control diartika sebagai persepsi seseorang tentang sebab-sebab keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan perkerjaanya. Locus of control dibedakan menjadi lokus control internal ( internal locus of control ) dan lokus control external ( external locus of control )

Dengan mengunakan konsep locus of control, perilaku perkerja dapat dijelaskan ketika seorang karyawan merasakan hasil perkerjaan yang dilakukan sebagai hasil control internal dan ekternal. Kontrol internal akan tampak melalui kemampuan kerja dan tindakan kerja yang berhubungan dengan keberhasilan dan kegagalan karyawan pada saat melakukan perkerjaannya.

Sedangkan karyawan dengan kontrol eksternal merasakan bahwa terdapat kontrol dalam dirinya yang mendukung hasil perkerjaan yang dilakukan.Locus of control adalah persepsi seseorang terhadap keberhasilan ataupun kegagalannya dalam melakukan berbagai kegiatan dalam hidupnya yang di hubungkan dengan faktor eksternal individu yang di dalamnya mencakup nasib, keberuntungan, kekuasaan atasan dan lingkungan kerja serta dihubungkan pula dengan faktor internal individu yang didalamnya mencakup kemampuan kerja dan tenaga kerja yang berhubungan dengan keberhasilan dan kegagalan kerja individu yang bersangkutan.

B. FAKTOR-FAKTOR YANG MENGUKUR KEPUASAAN KERJA SEORANG PEGAWAI
Faktor-faktor mengukur kepuasaan kerja pegawai adalah:
1. isi pekerjaan, penampilan tugas pekerjaan yang aktual dan sebagai kontrol terhadap perkerjaan
2. surpevisi
3. organisasi dan manajemen
4. kesempatan untuk maju
5. gaji dan keuntungan dalam bidang finansial lainya seperti adanya insentif
6. rekan kerja
7. kondisi perkerjaan

Faktor-faktor penyebab kepuasaan kerja adalah:
1. berkerja pada tempat yang tepat
2. pembayaran yang sesuai
3. organisasi dan manajemen
4. supervisi pada perkerjaan yang tepat
5. orang yang berada dalam perkerjaan yang tepat

adapun salah satu cara untuk menentukan apakah pekerja puas dengan perkerjaanya ialah dengan membandingkan perkerjaan mereka dengan beberapa pekerjaan ideal tertentu ( teori kesenjangan ).

Kepuasaan kerja dapat dirumuskan sebagai respons umum berkerja berupa perilaku yang ditampilkan oleh karyawan sebagai hasil persepsi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan perkerjaanya. Seorang perkerja yang masuk dan bergabung dalam suatu organisasi / institusi / perusahaan mempunyai seperangakat keinginan, kebutuhan, hasrat dan pengalaman masa lalu yang menyatu dan membentuk suatu harapan yang diharapkan dapat dipenuhi ditempatnya berkerja.

Kepuasan kerja akan didapat apabila kesesuaian antara harapan kerja dengan kenyataan yang ditemuin dan didapatkanya dari tempatnya berkerja.

Kepuasan kerja akan didapat apabila ada kesesuaian antara harapan pekerja dan kenyataan yang didapatkanya ditempat bekerja.

Persepsi perkerja mengenai hal-hal yang berkaitan dengan perkerjaanya dan kepuasan kerja melibatkan rasa aman, rasa adil, rasa menikmati, rasa bergairah, status dan kebanggaan.dalam persepsi ini dilibatkan situasi kerja pekerja yang bersangkutan yang meliputi interaksi kerja, kondisi kerja, pengakuan, hubungan dengan atasan, dan kesempatan promosi.selain itu didalam persepsi ini juga tercakup kesesuaian antara kemampuan dan keinginan pekerja dengan kondisi organisasi tempat meraka bekerja yang meliputi jenis pekerjaan, minat, bakat, penghasilan, dan insentif.

BAB 111

PENUTUP

  1. A. KESIMPULAN
  2. 1. kepuasaan kerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal
  3. 2. ketika seseorang merasakan kepuasan dalam bekerja tentunya ia akan berupaya semaksimal mungkin.

 

  1. B. SARAN
  2. 1. kepuasaan kerja pada dasarnya merujuk seberapa besar seorang pengawai menyukai perkerjaannya.

kepuasaan kerja sikap umum pekerja tentang pekerjaanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: