POLA PEMBERIAN MAKANAN BAYI DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN IBU DI DESA TEULADAN KECAMATAN KAWAY ……. KABUPATEN ……………… TAHUN 2011

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1  Latar Belakang

Anak merupakan generasi penerus suatu bangsa, di mana jika anak-anak sehat maka bangsa pun akan kuat dan sejahtera. Oleh karena itu, kita semua menaruh harapan agar anak-anak dapat tumbuh kembang sebaikbaiknya, sehingga menjadi orang dewasa yang sehat fisik, mental dan sosial. Dengan demikian dapat mencapai produktifitas sesuai dengan kemampuannya dan berguna bagi nusa dan bangsa (Soetjiningsih, 2002).

Pada masa bayi pertumbuhan dan perkembangan berlangsung sangat cepat dan perkembangan otak telah mencapai 70% (Roesli, 2005). Selama 12 bulan pertama setelah kelahiran pertumbuhan berlangsung lebih cepat dibanding masa sesudahnya yaitu masa anak-anak, remaja maupun dewasa sehingga dikatakan masa bayi adalah masa paling rawan (Sediaoetama, 2003).

Kebutuhan asuh diantaranya nutrisi yang mencukupi dan seimbang. Pemberian nutrisi secara mencukupi pada anak harus sudah dimulai sejak dalam kandungan, yaitu dengan pemberian nutrisi yang cukup memadai pada ibu hamil. Setelah lahir, harus diupayakan pemberian ASI secara eksklusif, yaitu pemberian ASI saja sampai anak berumur 4-6 bulan (Nursalam, 2005).

Makanan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan, kesehatan dan gizi, maka sejak dini anak harus diberi makanan yg bergizi agar pertumbuhan dan perkembangan otaknya berlangsung secara optimal. Asupan makanan bayi sangat dipengaruhi oleh ibunya, karena bayi belum dapat memilih makanannya sendiri, ibulah yang memilihkannya (Nadesul, 2005). Jumlah konsumsi makanan tambahan bayi sangat tergantung pada jumlah yang diberikan ibunya (Sunartyo, 2005).

Makanan yang terbaik bagi bayi adalah air susu ibu (ASI). ASI sebagai makanan tunggal akan cukup memenuhi kebutuhan bayi sampai usia 6 bulan. Setelah usia 6 bulan bayi harus mulai diberi makanan tambahan, karena produksi ASI makin menurun dan ASI tidak lagi memenuhi kebutuhan gizi. (Roesli, 2005). Karena sejalan dengan bertambahnya umur bayi bertambah pula kebutuhan gizinya dan bayi memerlukan makanan yang lebih banyak untuk dapatmemnuhi kebutuhan zat-zat giziyang diperlukan bayi. (Aritonang, 1996)

Pemberian makanan tambahan pada usia dini terutama makanan padat justru menyebabkan banyak infeksi, kenaikan berat badan, alergi pada salah satu zat gizi yang terdapat dalam makanan (Pudjiadi, 2003). Sedangkan pemberian cairan tambahan meningkatkan resiko terkena penyakit. Karena pemberian cairan dan makanan padat menjadi sarana masuknya bakteri pathogen. Bayi usia dini sangat rentan terhadap bakteri penyebab diare, terutama lingkungan yang kurang higienis dan sanitasi buruk.

Bila pemberian makanan tambahan terlalu lambat mengakibatkan bayi kesulitan dalam belajar mengunyah, bayi tidak menyukai makanan padat dan bayi kekurangan zat gizi (Cott, 2003).

Pemberian makanan bayi di Indonesia masih belum sesuai dengan umurnya masih banyak ibu yang memberikan makanan terlalu dini dan terlalu lambat kepada bayinya. Terdapat 32% ibu memberikan makanan tambahan kepada bayi yang berumur 2-3 bulan, seperti bubur nasi, pisang dan 69% terhadap bayi yang berumur 6-9 bulan pernah diberikan telur dan daging. (Latif, 2000).

Salah satu faktor dalam menentukan pemberian makanan bagi bayi adalah tingkat pendidikan ibu. Tinggi rendahnya pendidikan ibu erat dikaitkannya dengan tingkat pengertiannya terhadap pemberian makanan bayi termasuk dalam memilih jenis dan jumlah makanan untuk bayinya dengan mempertimbangkan syarat gizi di samping mempertimbangkan faktor selera. (Suhardjo, 1990).

Semakin tinggi pendidikan ibu semakin baik pemberian makanan bayinya. Pernyataan ini sesuai dengan hasil penelitian Kasnodiharjo,et,all yang dilakukan di jawa dan luar jawa bali. Pada ibu yang berpendidikan reatif tinggi yaitu SLTP ke atas 50,4 % yang memberikan makanan tambahan bayi < 4 bulan sedangkan ibu yang berpendidikan SD termasuk yang tidak sekolah memberikan makanan tambahan pada bayi < 4 bulan sebesar 53,9 persen.

Menurut hasil penelitian Simanjuntak (1999) di Padang  bulan medan pada ibu yang berpendidikan tinggi lebih banyak memberikan makanan bayinya sesuai dengan pola pemberian makanan bayi (72,97 %) dari pada ibu yang berpendidikan rendah (40,0%). Sebaliknya pada ibu yang berpendidikan rendah lebih banyak memberikan makanan tidak sesuai dengan pola pemberian makanan bayi (60,0%) dari pada ibu yang berpendidikan tinggi (27,03%).

Demikian juga di desa Teuladan Kecamatan ……………… Kabupaten Aceh Barat, berdasarkan observasi awal dan wawancara yang dilakukan masih ada ibu-ibu yang memberikan makanan tambahan berupa pisang dan bubur beras pada bayi yang berusia 1 bulan dengan alasan bayi sering menangis karena masih lapar, selain itu ada juga yang belum memberikan makanan tambahan pada bayi berumur 7 bulan dengan alasan ASI masih cukup untuk kebutuhan bayinya.

1.2  Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas maka permasalahan ini adalah “Bagaimanakah pola pemberian makanan bayi ditinjau dari tingkat pendidikan, pengetahuan ibu di Desa Teuladan Kaway ……………… Kabupaten Aceh Barat Tahun 2011?”

1.3 Tujuan penelitian

1.2.1        Tujuan Umum

Mengetahui pola pemberian makanan bayi ditinjau dari tingkat pendidikan, pengetahuan ibu di desa Teuladan Kecamatan …………………….. Kabupaten Aceh Barat  tahun 2011.

1.3.2    Tujuan Khusus

  1. Mengetahui tingkat pendidikan ibu di desa Teuladan Kecamatan Kaway………… tahun 2011.
  2. Mengetahui tingkat pengetahuan ibu di desa Teuladan Kecamatan Kaway….. tahun 2011
  3. Mengetahui ketepatan waktu pemberian makanan bayi di desa Teuladan Kecamatan Kaway….. tahun 2011.
  4. Mengetahui frekuensi pemberian makanan bayi di desa Teuladan Kecamatan Kaway……. tahun 2011.
  5. Mengetahui jenis makanan bayi di desa Teuladan Kecamatan Kaway……. tahun 2011.

Satu Tanggapan to “POLA PEMBERIAN MAKANAN BAYI DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN IBU DI DESA TEULADAN KECAMATAN KAWAY ……. KABUPATEN ……………… TAHUN 2011”

  1. najib Says:

    bisa minta dicantumkan daftar pustakanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: