( SKRIPSI KESMAS ) PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN FAKTOR PELAYANANKESEHATANTERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PENDERITA KUSTA DALAM PENGOBATAN DI PUSKESMAS………………………….

BABI

PENDAHULUAN

 

1.1.            Latar Belakang

Kesehatan menurut Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsaIndonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.Oleh karena itu, setiap kegiatan dan upaya untuk meningkatkan derajatkesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dilaksanakan berdasarkanprinsip nondiskriminatif, partisipatif, perlindungan, dan berkelanjutan yangsangat penting artinya bagi pembentukan sumber daya manusia Indonesia,peningkatan ketahanan dan daya saing bangsa, serta pembangunannasional. (Depkes RI. 2009)

Salah satu program yang ditetapkan dalam mencapai tujuan dan sasaran  pembangunan dibidang kesehatan adalah pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. Penyakit kusta adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh Mycobakterium leprae  yang masih menimbulkan masalah komplek, bukan hanya dari segi medis tetapi masalah social, ekonomi, budaya, keamanan, dan ketahanan nasional karena dapat menimbulkan kecacatan. (Depkes. RI. 2007)

Di dunia prevalensi penyakit kusta pada awal tahun 2007 adalah 224.717 orang, dari jumlah tersebut paling banyak terdapat di regional Asia Tenggara 116.663 orang diikuti regional Amerika 64.715 orang, regional Afrika 29.548 orang, regional Pasifik Barat 9.805 orang dan regional Meditaria Timur 3.986 orang.(Depkes RI,2007)

 Di Indonesia sudah mencapai eliminasi kusta pada tahun 2000, namun demikian berdasarkan data yang dilaporkan jumlah penderita baru sampai saat ini tidak menunjukkan adanya penurunan yang bermakna, dimana jumlah penderita kusta terdaftar (prevalensi) pada awal tahun 2007 adalah 22.763 orang. Kondisi ini juga terjadi di negara-negara lain di dunia, sehingga pada tahun 2006 Word Health Organization(WHO) mengeluarkan “Strategy Globaluntuk  menurunkan penyakitdan kesinambungan program pemberantasan  penyakit  kusta  tahun 2006-2010”. (Depkes RI. 2007)

Di Propinsi Aceh prevalensi penyakit Kusta masih sangat tinggi dimana Aceh termasuk dalam 16 provinsi di Indonesia yang terbanyak penderita kusta  dengan jumlah prevalensi melebihi 1/10.000 penduduk, pada tahun 2009  masih 1,13 per 10.000 penduduk. Bila ditinjau menurut kabupaten/kota dalam 5 tahun terakhir prevalensi kusta tertinggi adalah di Kabupaten Aceh Barat Daya dimana tahun 2008 masih 3,2 per 10.000 penduduk, tetapi pada tahun 2009 prevalensi kusta tertinggi terdapat di Kabupaten Aceh Barat dengan prevalensi 3,4 per 10.000 penduduk dan pada tahun 2010 menurun 2,6 per 10.000 penduduk.(Dinkes Aceh, 2010)……………..continue reading…..follow this link………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: