FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI PUSKESMAS JEURAM KECAMATAN SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA TAHUN

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1  Latar Belakang

Instansi pemerintah maupun swasta, bukan saja mengharapkan karyawan yang mampu, cakap dan terampil tetapi yang terpenting mereka mau bekerja giat dan berkeinginan mencapai hasil kerja yang optimal. Untuk itu pimpinan hendaknya berusaha agar karyawan mempunyai motivasi tinggi untuk melaksanakan tugas atau pekerjaannya (Hasibuan, 2005).

Motivasi berprestasi karyawan dalam kerja organisasi yang baik akan membawa keberhasilan yang menunjang pada kinerja individu. Untuk itu agar karyawan memiliki sikap yang positif terhadap organisasi, haruslah diciptakan dan dipelihara kondisi kerja yang bagus. Mewujudkan suatu keberhasilan organisasi tidak terlepas dari tantangan, baik tantangan untuk mengusahakan supaya karyawan bekerja sama secara efektif maupun tantangan untuk mendorong karyawan supaya mereka mau melaksanakan pekerjaan dengan semangat dan antusias (Timothy, 2007).

Motivasi menjadi sangat penting karena dengan motivasi diharapkan setiap karyawan mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi. Motivasi akan memberikan inspirasi, dorongan, semangat kerja bagi karyawan sehingga terjalin hubungan kerja yang baik antara karyawan dan pimpinan sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara maksimal (Hasibuan, 2005).

Begitu juga motivasi berkaitan erat dengan usaha, kepuasan pekerja dan performance pekerjaan. Motivasi sangat penting dalam meningkatkan semangat kerja dan produktifitas karyawan, tugas pimpinan adalah memberikan motivasi atau dorongan kepada karyawan agar bias bekerja sesuai dengan yang diharapkan oleh organisasi. Motivasi yang ada pada seseorang merupakan kekuatan pendorong yang akan mewujudkan suatu perilaku guna mencapai kepuasan dirinya. Seseorang yang sangat termotivasi yaitu orang yang melaksanakan upaya substansial, guna menunjang tujuan-tujuan produksi kesatuan kerjanya dan organisasi dimana ia bekerja. Seseorang yang termotivasi hanya memberikan upaya minimum dalam hal bekerja motivasi merupakan sebuah konsep penting dalam studi kerja individu (Winardi, 2001).

Menurut Danim (2003), ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi berprestasi pada karyawan yaitu meliputi faktor internal yang terdiri dari tingkat

kecerdasan, kepribadian, pengalaman kerja, jenis kelamin dan usia, sementara faktor eksternal terdiri dari hubungan pimpinan dengan bawahan, hubungan antar rekan sekerja, sistem pembinaan dan pelatihan serta sistem kesejahteraan dan hubungan fisik tempat kerja. Motivasi dalam pelayanan kesehatan sangat diperlukan untuk menumbuh kambangkan semangat, mendinamiskan kejenuhan agar senantiasa tetap bersemangat dalam berkerja karena pada hakikatnya misi keperawatan adalah tugas yang sangat mulia sebagai integral dari pelayanan kesehatan. Motivasi adalah suatu tindakan yang diambil oleh orang untuk kepuasan terhadap kebutuhan yang terpenuhi.

Puskesmas sebagai sarana kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Staf  Puskesmas terutama perawat di Puskesmas mempunyai peranan penting karena merupakan tenaga terdepan dan terbanyak dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dalam melaksanakan tugas di Puskesmas kedudukan perawat dapat dipandang dari dua sisi. Sisi pertama adalah sebagai profesi artinya perawat harus mampu melaksanakan tugasnya secara professional kepada masyarakat. Sisi kedua adalah perawat bagian dari unsur pelaksanaan puskesmas. Untuk itu dalam melaksanakan tugas di Puskesmas mengacu kepada pengorganisasian Puskesmas yang mencakup pembagian kerja, baik sebagai koordinator program, pelaksanaan program dan penanggung jawab pelaksanaan kegiatan di lapangan (Depkes RI, 2005).

Barret dalam Abraham dan Shanley (1997), mengkaji motivasi perawat untuk tetap bekerja untuk di departemen kesehatan Inggris mengindentifikasikan empat alasan yang berkaitan dengan kerja, kepuasan dengan pekerjaan mereka, suasana kerja yang baik, dukungan manajerial yang baik dan tersedianya pendidikan berkelanjutan serta pengembangan professional.

Said (2004) melakukan penelitian terhadap 57 perawat PNS, 35 Perawat Kontrak di instalasi Rawat Inap RSUD Kulon Progo. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa motivasi Perawat Kontrak rata-rata 57,9%, dan motivasi Perawat PNS rata-rata sedang 86,7%, serta tingkat kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan baik 94,1%.

Saputra (2003) melakukan penelitian tentang gambaran motivasi perawat dalam pelaksanaan upaya perawatan kesehatan masyarakat di Puskesmas kuta Makmur Kabupaten Aceh Utara. Hasil penelitian pada 32 responden di Puskesmas Kuta Makmur diperoleh responden yang mempunyai motivasi kerja tinggi sebanyak 44% dan responden yang mempunyai motivasi kerja rendah 56%.

Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya terdapat 13 Puskesmas dengan jumlah perawat 500 orang, yang terdiri dari 378 orang (80%) PNS, 100 orang (6,6%) masih berstatus sebagai Honor Daerah dan 22 orang (13%) masih status Tenaga Bakti (Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya, 2009). Sedangkan data yang diperoleh dari Puskesmas Jeuram, jumlah tenaga kerja keseluruhan adalah  91 orang, di antaranya 3 orang dokter, 1 orang Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM), 45 orang Perawat, 28 orang bidan, 1 orang akademi gizi dan 13 orang tamatan SLTA.

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan penulis didapatkan bahwa tingkat kedisiplinan sebagian besar perawat masuk kerja masih kurang yang tercermin dari jam  masuk dan pulang  setiap harinya. Selain itu berdasarkan wawancara yang dilakukan pada perawat didapatkan bahwa ; tidak adanya  ketentraman dalam bekerja yang diakibatkan oleh kondisi kerja yang kurang mendukung seperti ruang kerja yang tidak tertata dengan rapi, kurangnya penghargaan dari atasan terhadap kinerja perawat, kurangnya perhatian (supervisi) dari atasan terhadap keberhasilan staf dalam menjalankan tugas melayani fisiologis tenaga kesehatan.  Berdasarkan kondisi dan kenyataan yang ditemui, penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang motivasi kerja perawat di Puskesmas Jeuram.

 

 

 

1.2  Rumusan Masalah

Tidak adanya ketentraman dalam bekerja dikarenakan kondisi kerja yang kurang mendukung , kurangnya penghargaan dari atasan, kurangnya perhatian terhadap keberhasilan staf dalam menjalankan tugas dapat mempengaruhi motivasi kerja tenaga kesehatan dalam menjalankan fungsinya dalam pelayanan kesehatan. Berdasarkan rumuasan masalah tersebut, dapat dirumuskan pertanyaan penelitian yaitu :” Faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan motivasi kerja perawat di Puskesmas Jeuram Kec. Seunagan Kabupaten Nagan Raya tahun 2011?”.

 

1.3        Tujuan Penelitian

1.3.1        Tujuan Umum

Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi kerja perawat di Puskesmas Jeuram Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya tahun 2011.

1.3.2        Tujuan Khusus

  1. Menaganalisis hubungan jenis kelamin dengan motivasi kerja perawat di Puskemas Jeuram Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya Tahun 2011.
  2. Menganalisis hubungan  tingkat pendidikan dengan motivasi kerja perawat di Puskemas Jeuram Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya Tahun 2011.

 

  1. Menganalisis  hubungan penghargaan dengan motivasi kerja perawat di Puskemas Jeuram Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya Tahun 2011.
  2. Menganalisis hubungan Supervisi dengan motivasi kerja perawat di Puskemas Jeuram Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya Tahun 2011.
  3. Menganalisis hubungan kondisi kerja dengan motivasi kerja perawat di Puskemas Jeuram Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya Tahun 2011.

 

1.4        Manfaat Penelitian

1.4.1        Teoritis

  1. Bagi penulis untuk dapat mengaplikasi ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah serta meningkatkan keterampilan penulisan dalam penelitian ilmiah.
  2. Bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat dapat menambah kepustakaan dalam bidang Administrasi Kebijakkan Kesehatan.

1.4.2        Aplikatif

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi Puskesmas Jeuram dan juga sebagai informasi bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya mengenai tingkat motivasi kerja pada tenaga kesehatan khususnya perawat yang bekerja di Puskesmas Jeuram.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: