BEM FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS TEUNGKU UMAR

Mimpi akan menjadi kenyataan jika ada usaha yang dilakukan dengan sepenuh hati dan Allah SWT meridhai langkah kita.

Suatu lembaga kemahasiswaan dalam hal ini BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) tentunya memiliki tujuan-tujuan mulia, baik itu bagi internal kampus maupun eksternal kampus. BEM diharapkan dapat berperan serta aktif dalam menimbulkan kondisi kebermanfaatan dengan meninjau aspek-aspek kebutuhan seluruh mahasiswa maupun elemen lainnya yang membutuhkan manfaat dari BEM. Tujuan yang sangat mulia ini tentunya diharapkan dapat tercapai dengan peran serta semua mahasiswa yang tergabung dalam BEM itu sendiri dan juga dari semua elemen lainnya yang tidak tergabung dalam BEM karena mereka tahu bahwa BEM ini ada untuk mereka.

Keadaan di lapangan sekarang adalah, BEM dianggap belum mampu dalam memenuhi kebutuhan mahasiswa saat ini. Banyak rasa pesimis yang timbul saat sebuah acara digelar oleh BEM. Rasa ini biasanya timbul akibat pengalaman yang tidak mengenakan pada acara sebelumnya ataupun rasa yang diakibatkan belum mampunya BEM menyentuh semua elemen mahasiswa.

Lalu akan tercapaikah tujuan BEM saat ini? Jika saja banyak dari mahasiswa yang sudah merasa pesimis dengan kegiatan BEM saat ini. Akankah ada jalan menuju Roma? Di tengah kebimbangan dan keputusasaan para elemen yang belum merasakan manfaat dari BEM

Mungkin masalah ini berawal juga dari kotak-kotak pergaulan yang ada di kampus. Dan akan sangat mungkin jika ada kotak yang sangat diuntungkan dan kotak yang dirugikan. Penyelesaiannya adalah dengan mencoba untuk menyamakan persepsi dari tiap kotak tersebut sehingga kita dapat meminimalisir kotak yang ada. Kotak-kotak pergaulan ini sangat besar dampaknya bagi pencapaian tujuan BEM karena dengan jumlah kotak yang banyak akan mengakibatkan kesulitannya tangan-tangan BEM untuk menjangkau kotak-kotak tersebut. Ya!, mulai sekarang harus meminimalisir kotak yang ada demi tercapainya rasa kekeluargaan di Fakultas Kesehatan Masyarakat UTU MBO

Semua itu ada jalan keluarnya. Asalkan kita yakin untuk bisa mencapai tujuan tersebut. Langkah konkritnya adalah kembali mendengarkan apa yang sebetulnya diinginkan semua elemen di kampus dan menjalan fungsi-fungsi BEM secara produktif dan kontinyu. Serta mau menerima kritik dan saran dari semua elemen. Dengan begini, diharapkan BEM benar-benar melakukan sesuatu yang benar-benar menjadi keinginan semua elemen saat ini.

Mahasiswa merupakan suatu komunitas atau kumpulan orang-orang yang kreatif, kritis dan mempunyai disiplin ilmu. Mahasiswa sebagai makhluk sosial-intelektual memerlukan komunikasi untuk berinteraksi dengan Lingkungannya.Media tulisan merupakan media yang relatif dekat dengan mahasiswa karena dengan media ini mahasiswa tersebut bisa langsung menuangkan aspirasi ataupun idenya ke dalam suatu tulisan sehingga aspirasi atau ide yang ada dalam pikirannya dapat diterima ataupun disosialisasikan kepada rekan mahasiswa atau masyarakat secara umum.

Namun, banyak mahasiswa yang tidak bisa menuangkan ide atau aspirasinya ke dalam sebuah tulisan. Hal tersebut bisa terjadi disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya karena pertama, ketidakmampuan melakukan rekonstruksi terhadap peristiwa yang dialami.

dari peryataan diatas kami ( BEM ) Fakultas Kesehatan Masyarakat telah melakukan beberapa perbaikan – perbaikan dibidang komunikasi antar Mahasiswa dan pihak Fakultas sendiri,tetapi masih belum membuahkan hasil yang maksimal keterbatasan waktu dan kepemimpinan Bem yang baru masih bersifat PJS karna lagi menunngu Bem defenitif yang akan

mudah – mudahan dalam waktu dekat semua akan dilaksanakan dan………….my leader is and thas’it. oya aku lupa cerita kalau kemari kami telah mengadakan Orientasi Mahasiswa baru Fakultas Kesehatan masyarakat dan acara Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, yach ….alhamdulilah semua nya berjalan lancar walaupun masih banyak kekurangan2 nya,dan alhamdulilah syukur pada Allah kami  telah menbuat dua acara besar tersebut di atas,dan alhamdulilah juga kemarin juga telah ada BEM defenitif FKM yang baru periode 2009-2010, semoga dapat menjadi titik tolak  baru untuk mencapai kemajuan dimasa yang akan datang

Saran – saran :

SETIAP hari kita dihadapkan pada keadaan yang menuntut kita untuk mengambil keputusan. Pengambilan keputusan tidak bisa dilakukan asal-asalan sebab keputusan kita saat ini akan mempengaruhi hidup kita di waktu yang akan datang.

Memutuskan sesuatu yang penting bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika keputusan tersebut merupakan keputusan yang menentukan gerak bisnis perusahaan. Anda butuh waktu lama untuk mengambil keputusan yang terbaik. Tak jarang Anda dilanda “pusing tujuh keliling” karena ketika masih berpikir, Anda sudah dipaksa membuat keputusan secepatnya.

  1. Jangan takut mengambil keputusan. Beberapa orang takut mengambil keputusan. Akibatnya bukan kita yang mengambil keputusan tapi keadaanlah yang memberikan keputusan kepada kita.
  2. Jangan mengambil keputusan secara emosional, tapi gunakanlah pertimbangan yang matang. Dengan demikian kita mampu berpikir secara rasional dan menghitung plus minus dari setiap keputusan yang hendak kita ambil.
  3. Untuk menghasilkan keputusan yang cepat, Anda tidak perlu menunda-nunda waktu karena keputusan tidak bisa hanya melalui proses satu malam saja. Awasi setiap perkembangan yang mungkin akan mengubah keputusan Anda sewaktu-waktu.
  4. Gunakan analisa yang tajam dalam mengolah data yang sudah susah payah Anda kumpulkan. Ambil keputusan yang paling bijaksana dan memiliki risiko paling kecil. Anda juga masih perlu mengawasi pelaksanaan keputusan tersebut satu demi satu
  5. Pastikan Anda mengetahui batas terakhir (deadline), kapan keputusan itu harus ditetapkan. Setelah itu tentukan deadline untuk diri sendiri, kapan keputusan tersebut sudah harus Anda buat. Catat tanggal yang Anda tentukan sebagai batas deadline.
  6. Tetapkan dengan jelas kriteria atau kualifikasi keputusan yang harus Anda ambil. Misalnya keputusan tersebut harus menguntungkan karyawan dan perusahaan atau keputusan tersebut tidak memberatkan semua pihak.
  7. Kumpulkan informasi dan data penting yang mempengaruhi hasil keputusan. Karena siapa tahu informasi tersebut diperlukan untuk bahan argumentasi. Jangan lupa menentukan batas waktu pengumpulan informasi.
  8. Buatlah beberapa alternatif keputusan dari data dan informasi yang telah terkumpul. Pelajari dan pertimbangkan nilai atau bobot masing-masing alternatif tersebut, mana yang paling pas dan tepat.
  9. Jangan sekalipun berlaku subjektif dalam mengambil keputusan. Artinya jangan memilih keputusan yang menguntungkan Anda atau sekelompok orang semata.
  10. Ketika Anda telah mempelajari dan mempertimbangkan dengan matang alternatif keputusan tersebut, jangan ragu menentukan keputusan terbaik dari beberapa alternatif keputusan yang ada. Ingat, keragu-raguan hanya akan membuat keputusan yang sudah Anda ambil “mentah” kembali.
  11. Umumkan keputusan yang Anda buat pada waktu yang tepat dan telah ditentukan. Pada saat mengumumkan keputusan ini pastikan bahwa Anda didukung oleh data yang kuat, akurat, dan relevan. Kalau perlu saat menyampaikannya, katakan bahwa keputusan ini dibuat atas pertimbangan dan pemikiran yang matang dan rasional.
  12. Jangan takut memaparkan argumen Anda, seandainya ada pihak yang merasa keberatan. Jangan sampai komplain atau protes dari penerima keputusan membuat Anda berpikir untuk merubah keputusan yang telah Anda buat.
  13. Dalam membuat keputusan, Anda memilih dari beberapa alternatif, bukan memilih mana yang salah atau mana yang benar. Jadi, tidak ada keputusan yang salah atau benar. Tapi keputusan yang diambil bisa saja hasilnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Jadi, Anda tidak perlu menyesali keputusan yang telah diambil. Apa lagi terpaku pada penyesalan yang berlarut-larut ketika keputusan yang Anda ambil ternyata tidak memberikan hasil yang kita harapkan.
  14. Setelah mengambil sebuah keputusan, apa pun hasilnya, Anda harus memantau terus, dan memfokuskan usaha Anda untuk melakukan yang terbaik dari apa yang telah diputuskan. Anda juga bisa melakukan berbagai penyesuaian agar hasilnya bisa diarahkan untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan bersama.
  15. Dalam mengambil keputusan cepat, sedapat mungkin libatkan orang-orang yang terkait dengan keputusan yang diambil. Dengan melibatkan mereka, Anda bisa mendapat masukan yang berharga, selain itu, Anda bisa mengundang komitmen mereka untuk mendukung keputusan yang telah diambil. Yang bisa Anda lakukan antara lain adalah menanyakan pendapat dan usulan mereka. Informasi ini bisa dijadikan acuan untuk mengambil keputusan.

Nah, kalau keputusan itu sudah bulat, jangan sampai Anda sebagai pembuat keputusan mencemari konsekuensi keputusan yang telah ditetapkan bersama. Selamat mengambil keputusan! Good Luck Broooo…………….

Note : lagi mau di tambah ne tulisan nya,tapi lagi di persiapkan skrng mohon di tunggu ya!!!!!

4 Tanggapan to “BEM FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS TEUNGKU UMAR”

  1. maju terus UTU

  2. nazal fkm Says:

    smoga makin bertambah usia FKM smakin maju pula mutu pendidikan utu bang ya???

  3. nazal fkm Says:

    UTu is the best

  4. nazal fkm Says:

    FKM yes…………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: