Osbesitas

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang

Masalah gizi kurang di Indonesia sudah makin dapat  ditanggulangi dengan makin berhasilnya pembangunan ekonomi.  Pada saat bersamaan peningkatan kemakmuran, masalah gizi  lebih perlu segera mendapatkan perhatian

Keadaan gizi lebih  telah dibuktikan di banyak negara maju dapat meningkatkan  kejadian penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner,  tekanan darah tinggi, diabetes melitus dan kanker. Meskipun di  Indonesia hubungan kegemukan dengan penyakit degeneratif  belum dapat dijelaskan tetapi kecenderungan peningkatan  penyakit tersebut cukup jelas

Upaya mencegah peningkatan penyakit degeneratif perlu dilakukan melalui pemasyarakatan  gaya hidup sehat antara lain dengan menjaga berat badan  sehingga tidak terjadi gizi lebih

Salah satu cara yang mudah untuk mengetahui keadaan gizi  adalah dengan menilai ukuran tubuh. Index berat/tinggi badan  merupakan suatu ukuran dari berat badan (BB) berdasarkan  tinggi badan (TB). Sebagai suatu ukuran komposisi tubuh, index

berat/tinggi dapat memenuhi kriteria yang diharapkan yaitu  mempunyai hubungan erat dengan jumlah lemak tubuh dan hubungan yang rendah dengan tinggi badan atau komposisi  tubuh Dengan demikian nilai rasio berat badan menurut tinggi badan orang yang bertubuh pendek tidak perlu dibedakan dengan orang bertubuh jangkung/tinggi. Index berat/tinggi yang telah  banyak digunakan dalam survai maupun keperluan klinik adalah  index Quetelet yang kemudian oleh Keys dkk. disebut sebagai  Body Mass Index (BMI) atau Index Masa Tubuh (IMT)

Nilai  IMT dapat memberikan indikasi kelebihan timbunan lemak tubuh  yang dapat dikaitkan dengan risiko penyakit IMT akan sangat  bermanfaat apabila dikaitkan dengan mortalitas, morbiditas dan  kemampuan berproduksi IMT yang secara garis besar dibeda-kan menjadi tiga yaitu kekurangan berat (underweight), normal,  gemuk (overweight dan obese) Gemuk adalah apabila nilai IMT lebih besar dari patokan normal dan umumnya akan terlihat jelas adanya kelebihan lemak tubuh Di negara industri maju data IMT sangat diperlukan terutama.

untuk kepentingan yang berhubungan dengan masalah asuransi. Sementara itu data tentang IMT untuk orang Indonesia yang berasal dari survai suatu masyarakat belum banyak tersedia.Data yang tersedia menunjukkan bahwa prevalensi kegemukan pada laki-laki dan perempuan dewasa umur di atas 18 tahun  adalah 18% dan 24% Di dalam tulisan ini disajikan hasil analisis IMT pada orang dewasa umur 20 sampai 60 tahun serta kaitannya dengan  umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan serta alat keluarga  berencana yang digunakan oleh responden perempuan.

  1. B. Tujuan
  1. Tujuan Umum

Mengetahui gambaran umum masalah kegemukan dalam kesehatan guna untuk mempertingi derajat kesehatan

  1. Tujuan Khusus

K     Mengurangi resiko kegemukan

K     Mengurangi resistence penyakit

K     Meningkatan rasa percaya diri

K     Meningkat derajat kesehatan

K     Meningkatan efesiensi kerja

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. A. Pengertian Kegemukan

Definisi gemuk atau kegemukan sangat bervariasi terggantung bagaimana kita memandangnya namun secara umum kegemukan adalah kelebihan lemak tubuh yang dialami oleh seseorang secara khronis. Pada kondisi normal, lemak tubuh berfungsi sebagai cadangan energi, pengatur suhu tubuh, pelindung dari trauma dan fungsi fungsi lainnya.

Secara ideal, pada tubuh seorang perempuan terdiri dari 25 – 30% lemak sementara pada laki laki 18 – 23%. Bila lemak tubuh melebihi 30% pada perempuan dan 25% pada laki laki maka orang tersebut sudah bisa dikategorikan gemuk atau obese. Cara menghitung kegemukan yang paling mudah adalah dengan membandingkan antara tinggi badan (kg) dengan berat badan (m) atau dikenal dengan istilah Body Mass Index (BMI).

kegemukan adalah suatu kondisi berat badan seseorang yang 20%melebihi normal. Penyebab utamanya yaitu jumlah makanan yang imakan jauh melebihi daripada yang dibutuhkan.

Adapun proses yang berperan, dimulai dari mengunyah di mulut, lebih banyak mengunyah, secara teoritis dianjurkan sekitar 18 – 32 kali mengunyah makanan didalam rongga mulut tergantung pada jenis makanan, semakin lumat dikunyah berarti semakin mudah proses cerna selanjutnya, disini juga terjadi sekresi ludah yang berperan unt memperlancar proses selanjutnya, yaitu menelan dan proses cerna di lambung.. Dalam lambung terjadi proses cerna secara kimiawi oleh berbagai enzym baik yg dihasilkan oleh lambung maupun enzym dari pancreas atau disebut juga liur perut. Selanjutnya bolus makanan mengalir ke duodenum atau usus duabelas jari, disini ada tambahan zat empedu untuk memudahkan proses cerna lemak. Bolus makanan terus bergerak keujung, dimana selama dalam perjalanannya proses cerna terus berlangsung, dan
penyerapan zat nutrisi dalam bentuk molekul dasar baik zat tepung, putih telur, dan juga lemak terjadi disepanjang usus halus. Seluruh zat nutrisi masuk ke hati/liver untuk diolah dengan semestinya, artinya yang bersifat racun akan dinetralkan sedangkan yg bersifat zat nutrisi akan diolah lebih lanjut guna kepeluan pertumbuhan, pertahanan, dan lain2nya. Selain zat enzym dalam proses cerna makanan juga diperlukan berbagai hormon, selain hormon2 yg sudah dikenal oleh awam seperti insulin, cortisol, thyroxin, juga ada hormon yg bekerja secara internal di berbagai siklus atau tahap proses cerna. Di pusat otak, yang disebut hypothalamus, terdapat pusat yang mengatur rasa lapar dan pusat nafsu makan. Proses makan dan proses cerna juga tidak luput dari keterkaitannya dengan kondisi emosi seseorang. Seseorang yang sedang dalam keadaan koma/ tidak sadar bisa saja diberikan makanan melalui selang langsung kedalam lambungnya, dan itu pasti berbeda proses cernanya yang terjadi pada seseorang yang sadar dengan emosi senang menikmati makanannya. Pada penderita koma proses cerna dapat dipastikan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar kalori saja.

  1. B. Kegemukan timbulkan disfusi seksual

TIDAK sedikit orang yang mengalami kegemukan mengeluh mengalami masalah seksual, termasuk disfungsi seksual. Tetapi tidak semua orang yang mengalami kegemukan, pasti mengalami masalah itu.

Begitulah pendapat Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd FAACS, seperti dikutip dalam bukunya “Seks yang Membahagiakan”. “Sejauh mana kegemukan menimbulkan masalah seksual, sangat tergantung kepada apa penyebab kegemukan, sejauh mana kegemukan mengganggu gerakan tubuh, dan sejauh mana terjadi hambatan psikis pada orang yang mengalami kegemukan dan juga pasangannya. Hambatan psikis pada akhirnya dapat mengganggu fungsi seksual,”

Wimpie menjelaskan, ada tiga hal yang dapat mengakibatkan disfungsi seksual pada orang yang mengalami kegemukan. Pertama, kegemukan berhubungan erat dengan sejumlah kelainan atau penyakit, yang kemudian dapat berakibat pada disfungsi seksual. Contoh yang sering terjadi ialah penyakit kencing manis, tekanan darah tinggi, dan gangguan hormon.

“Penyakit kencing manis (diabetes) dapat menimbulkan disfungsi seksual, baik pada pria maupun wanita. Pada pria dapat terjadi disfungsi ereksi dan ejakulasi terbalik. Ejakulasi terbalik, yaitu ejakulasi yag terjadi ke arah kandung kencing, sehingga sperma tidak dikeluarkan melainkan masuk ke dalam kandung kencing. Pada wanita, kencing manis dapat mengakibatkan rasa sakit ketika melakukan hubungan seksual, dan hambatan orgasme. Penurunan hormon testosteron yang berkaitan erat dengan terjadinya kegemukan di daerah perut, jelas dapat mengakibatkan disfungsi seksual,” paparnya panjang.

Pada tekanan darah tinggi, lanjutnya, disfungsi seksual terjadi sebagai akibat terganggunya aliran darah selain karena efek samping penggunaan obat tertentu yang sebenarnya ditujukan untuk menurunkan tekanan darah. Karena itu, sangat merugikan menggunakan obat tekanan darah tinggi tanpa pengawasan tenaga ahli. Demikian juga dengan penggunaan obat lain, selain obat tekanan darah tinggi. Beberapa obat lain juga dapat menimbulkan disfungsi seksual.

Hal kedua yang mengakibatkan disfungsi seksual pada kegemukan ialah hambatan psikis yang timbul akibat kegemukan. Banyak orang yang mengalami kegemukan merasa malu atau tidak percaya diri karena bentuk tubuhnya yang dianggap lucu atau tidak menarik. Tidak sedikit di antaranya yang mengalami hambatan dalam hubungan sosial dengan orang lain, bahkan ada pula yang sampai mengalami depresi. Hambatan ini pada akhirnya dapat mengakibatkan disfungsi seksual.

“Selain yang bersangkutan sendiri, pasangan orang yang mengalami kegemukan juga mungkin mengalami hambatan psikis karena merasa tidak tertarik dengan bentuk tubuh seperti itu. Akhirnya masalah seksual juga dialami oleh pasangan orang yang mengalami kegemukan itu, sehingga pasangan ini sama-sama mengalami disfungsi seksual,”

Menurut Wimpie lagi, pada pria, kegemukan di bagian perut menyebabkan penis seakan-akan tertarik masuk sehingga tampak menjadi lebih pendek. Keadaan ini tidak jarang menyebabkan hambatan psikis sehingga terjadi disfungsi ereksi.

Ketiga, secara fisik kegemukan dapat menggangu pelaksanaan hubungan seksual, yang terutama berhubungan dengan posisi dan gerakan. Dalam hubungan dengan posisi, orang yang kegemukan akan memberikan beban yang berlebihan bagi pasangannya, sekaligus menghambat gerakan, baik bagi yang bersangkutan sendiri maupun bagi pasangannya.

Menurut Wimpie, gangguan akan semakin terasa kalau pasangan itu sama-sama mengalami kegemukan, apalagi di bagian perut. Kalau kedua pihak sama-sama mengalami kegemukan, maka kesulitan mengatur posisi hubungan seksual menjadi semakin bertambah. Bahkan bukan tidak mungkin hubungan seksual tidak dapat dilakukan.

“Gangguan dalam pelaksanaan hubungan seksual mengakibatkan hubungan seksual tidak dapat berlangsung dengan baik, yang pada akhirnya mengakibatkan ketidakharmonisan dalam kehidupan seksual pasangan itu,”

  1. C. faktor resiko yang berhubungan dengan kegemukan?

Selain masalah kosmetik, kegemukan merupakan masalah kesehatan yang sangat serius. Di Amerika sana, 300.000 kematian per tahun disebabkan oleh karena faktor kegemukan. Kegemukan dapat memicu timbulnya beberapa penyakit khronis yang sangat serius seperti :

  1. 1. Resistensi Insulin. à nsulin dalam tubuh berguna untuk menghantarkan glukosa sebagai bahan bakar pembentukan energi ke dalam sel. Dengan memindahkan glukosa ke dalam sel maka insulin akan menjaga kadar gula darah ke tingkat yang normal. Pada orang gemuk terjadi penumpukan lemak yang tinggi di dalam tubuhnya, sementara lemak sangat sangat resisten terhadap insulin. Sehingga, untuk menghantarkan glukosa ke dalam sel lemak dan menjaga kadar gula darah tetap normal, pankreas sebagai pabrik insulin memproduksi insulin dalam jumlah yang banyak. Lama kelamaan, pankreas tidak sanggup lagi memproduksi insulin dalam jumlah besar sehingga kadar gula darah berangsur naik dan terjadilah apa yang disebut Diabetes Melitus Tipe 2.
  2. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi). à Hipertensi sangat umum terjadi pada orang gemuk. Para peneliti di Norwegia menyebutkan bahwa peningkatan tekanan darah pada perempuan gemuk lebih mudah terjadi jika dibandingkan dengan laki laki gemuk. Peningkatan tekanan darah juga mudah terjadi pada orang gemuk tipe apel (central obesity, konsentrasi lemak pada perut) bila dibandingan dengan mereka yang gemuk tipe buah pear (konsentrasi lemak pada pinggul dan paha).
  3. 3. Peningkatan Kadar Kolesterol (hypercholesterolemia).
  4. 4. Stroke.
  5. Serangan Jantung. à Penelitian terakhir menunjukan bahwa resiko terkena penyakit jantung koroner pada orang gemuk tiga sampai empat kali lebih tinggi bila dibandingkan dengan orang normal. Setiap peningkatan 1 kilogram berat badan terjadi peningkatkan kematian akibat penyakit jantung koroner sebanyak 1%.
  6. 6. Gagal Jantung.
  7. Kanker. à Walau masih menuai kontroversi, beberapa penelitian menyebutkan bahwa terjadi peningkatan resiko terjadinya kanker usus besar, prostat, kandung kemih dan kanker rahim pada orang gemuk. Pada perempuan yang telah menopause rawan terjadi kanker payudara.
  8. 8. Batu Empedu
  9. 9. Radang Sendi (Gout).
  10. 10. Osteoporosis.
  11. 11. Gangguan Tidur.

  1. D. Apa yang menyebabkan kegemukan?

Keseimbangan antara asupan kalori dengan pengeluaran energi akan menjaga keseimbangan berat badan seseorang. Jika seseorang memakan banyak kalori sementara pembakarannya menjadi energi kurang maka cadangan kalori akan disimpan dalam bentuk lemak yang akan membuat berat badan orang tersebut meningkat. Sebagian besar penyebab kegemukan adalah tingginya konsumsi kalori tanpa dibarengi oleh aktifitas fisik yang memadai. Beberapa penyebab kegemukan adalah :

  1. Keturunan (Genetik). Seorang anak mempunyai kecenderungan menjadi gemuk jika kedua orang tuanya gemuk. Genetik juga berperanan dalam mempengaruhi fungsi hormon yang mengatur perlemakan tubuh.
  2. Terlalu banyak makan. Terlalu banyak makan akan menyebabkan penambahan berat badan terutama jika makanan yang dikonsumsi banyak mengandung lemak dan gula seperti misalnya makanan siap saji, makanan yang digoreng dan manisan.
  3. Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sederhana. Para ahli berpendapat, karbohidrat sederhana seperti gula, fruktosa, soft drink, bir, dan anggur akan menyebabkan penambahan berat badan karena karbohidrat jenis ini lebih mudah diserap oleh tubuh.
  4. Frekuensi makan. Hubungan frekuensi makan dan penambahan berat badan masih kontroversial. Para ahli menyebutkan bahwa orang yang makan dalam jumlah sedikit dengan frekuensi 4 – 5 kali sehari memiliki kadar kolesterol dan kadar gula darah yang lebih rendah jika dibandingkan dengan mereka yang frekuensi makannya kurang dari itu.
  5. Metabolisme yang lambat. Perempuan memiliki massa otot yang lebih kecil dari laki laki. Otot membakar kalori lebih banyak dari jaringan tubuh yang lain, sehingga metabolisme pada perempuan jauh lebih lambat daripada laki laki. Hal ini akan menyebabkan perempuan mempunyai kecendrungan lebih mudah gemuk jika dibandingkan dengan laki laki.
  6. Kurangnya aktifitas fisik. Orang yang aktif beraktifitas akan membakar kalori lebih banyak jika dibandingkan dengan mereka yang bermalas malasan,
  7. Obat obatan. Beberapa obat yang berhubungan dengan penambahan berat badan antara lain, obat anti depresi, obat anti kejang, obat obatan diabetes, kontrasepsi oral, obat obatan kortikosteroid dan beberapa obat penurun tekanan darah.
  8. Faktor psikologis. Pada beberapa orang, emosi mempengaruhi kebiasaan makan. Ada orang yang tiba tiba ingin makan banyak saat sedang emosi. Padahal bila nantinya berat badan meningkat akan menimbulkan masalah psikologi lainnya.
  9. Penyakit. Beberapa penyakit yang dapat meningkatkan berat badan antara lain hipotiroid, resistensi insulin, PCO, dan sindroma cushing.
  1. E. Apakah faktor lain yang berhubungan dengan kegemukan?

Berikut beberapa faktor lain yang berhubungan dengan kegemukan selain beberapa hal yang telah saya sebutkan diatas.

  1. Ras. Orang kulit hitam dan orang hispanik mempunyai kecenderungan lebih mudah menjadi gemuk jika dibandingkan dengan orang kaukasian dan asia.
  2. 2. Berat badan saat anak anak. Kegemukan pada masa anak anak dan remaja juga mempengaruhi terjadinya kegemukan pada usia dewasa.
  3. 3. Hormon. Perempuan lebih mudah gemuk terutama saat hamil, menopause dan saat mengkonsumsi kontrasepsi oral.

  1. F. Apakah Body Mass Index (BMI) itu?

Seperti telah saya sebutkan diatas, cara paling mudah untuk menghitung kegemukan adalah dengan mencari nilai BMI. Rumus BMI adalah Berat Badan dalam kg dibagi dengan Tinggi Badan dalam meter dikuadratkan.

tabel 1 IMT

KLASIFIKASI

INDEXS MASA TUBUH ( IMT )

( KG/ML )

Kurangi energi kronik
Berat < 16.0
Sedang 16.0 – 17.5
Ringan > 17.5 – 18.5
Kurang > 18.5 – 20.0
Normal > 20.0 – 25.0
Gemuk
Kegemukan > 25.0 -30.0
osbesitas > 30.0

Berikut adalah intepretasi dari nilai BMI.

  • ·  25 – 29,9 : Pra obese.
  • ·  30 – 34,9 : Obese Kelas I.
  • ·  35 – 39.9 : Obese Kelas II.
  • Ø ·  Diatas 40  : Obese Kelas III

Harap diingat, semakin tinggi nilai BMI anda maka semakin tinggi pula resiko anda menderita beberapa penyakit yang saya sebutkan diatas.

  1. G. Selamat Tinggal Kegemukan

Bukan hanya mengganggu penampilan, kegemukan juga mengancam kesehatan. Lakukan langkah berikut dan ucapkan selamat tinggal pada kegemukan.

Batasi kalori à Pada dasarnya, agar tidak kegemukan kita “hanya” perlu mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori lebih rendah dari kalori yang dibakar.

Minum air putih à Kalau biasanya dalam sehari Anda bisa menghabiskan segelas jus, soda, atau minuman beralkohol, mulai sekarang ganti dengan air putih. Dengan cara sederhana ini Anda sudah mengurangi asupan kalori per hari.

Olahraga 15-20 menit. à Bila Anda bermasalah dengan berat badan, biasanya Anda juga punya masalah dengan kebiasaan olahraga. Mungkin ini karena Anda terlalu memaksakan diri. Cukup berolahraga selama 15 menit setiap hari, 100-150 kalori akan terbakar, tergantung berat badan dan metabolisme tubuh.

Ganti camilan à Keripik kentang, gorengan, dan makanan ringan lainnya sebenarnya mengandung kalori tidak sedikit. Bila Anda terbiasa ngemil setiap hari, gantilah dengan sayur atau buah. Jauhi pula camilan yang kaya gula, seperti donat, cokelat, atau es krim.

Berhubungan seks à Berhubungan intim dengan pasangan adalah salah satu aktivitas fisik yang tak cuma menyenangkan, tapi juga bisa membakar kalori. Tapi tentu Anda tak cuma melakukannya selama 3 menit, melainkan 15 menit. Bila dilakukan setiap hari, jumlah kalori yang dibakar mencapai 150.

Sarapan sehat à Melewatkan sarapan justru bisa membuat tubuh lemas dan sangat lapar di siang hari. Pilih sarapan sehat, seperti sandwich sayuran atau oatmeal

Kurangi mentega à Kurangi kebiasaan mengoleskan mentega pada roti atau makanan lainnya karena Anda bisa mengurangi 200-300 kalori per hari.

Makan pelan-pelan à Nikmati setiap suapan dan kunyahlah makanan dengan perlahan sehingga Anda lebih cepat merasa kenyang. Bila Anda masih tergoda untuk menghabiskan satu porsi makanan lagi, tunggulah 20 menit, biasanya rasa lapar itu akan hilang.

BAB III

ANALISA

Agar tubuh seseorang ideal, lemak didalam tubuh harus dalam keadaan normal. Lemak memang harus ada didalam tubuh, tetapi jangan sampai kekurangan ataupun kelebihan. Untuk menunjang kehidupan seseorang, didalam tubuh harus ada lemak minimal sebanyak 3% dari berat badan, yang disebut dengan lemak essensial dan terdapat pada membran sel, sumsum tulang, jaringan saraf, sumsum tulang belakang, otak, sekitar jantung, paru-paru, hati, limpa, ginjal, dan usus.

Lemak dalam tubuh yang jumlahnya melebihi 3% dari berat badan disebut timbunan lemak. Timbunan lemak ini dapat menjadi pelindung organ-organ bagian dalam tubuh terhadap cedera. Kandungan lemak normal pada pria adalah 15% – 20% dari berat badan sedangkan pada wanita adalah 20% – 25% dari berat badan.

Seseorang dikatakan mengalami kelebihan berat badan (overweight) apabila berat badannya 10% – 20% diatas berat badan ideal. Termasuk kategori kegemukan (obesitas) jika berat badan > 20% dari berat badan ideal.

Kegemukan ini dapat diukur dari timbunan lemak tubuh. Pada wanita dewasa, dikategorikan kegemukan bila lemak tubuh > 25% dari berat badan. Pada pria > 20% dari berat badan.

BAB IV

PENUTUP

  1. A. Kesimpulan

Kegemukan ditandai dengan kelebihan lemak dalam tubuh yang terjadi karena kalori yang masuk lebih besar daripada kalori yang keluar. Untuk mengetahuinya, Anda dapat menggunakan Indeks Massa Tubuh/IMT, dimana berat badan (Kg) dibagi dengan tinggi badan (dalam meter kuadrat). IMT dikategorikan normal jika berada di antara 15,5 – 24,9 kg/m2 . IMT >25 kg/m2 kelebihan berat badan dan bila IMT>30 kg/m2 termasuk kegemukan. Dengan meningkatnya nilai IMT, risiko penyakit penyerta kegemukan juga meningkat. Kegemukan dapat mendatangkan berbagai masalah kesehatan terutama penyakit jantung, darah tinggi, penyempitan pembuluh datah, diabetes, hiperkolesterol, dll. Kesemuanya dapat menyebabkan kematian bila tidak diatasi sejak dini.

Tingginya risiko kegemukan pada wanita disebabkan beberapa factor antara lain: kadar lemak dalam tubuh lebih tinggi, terutama yang tertimbun di dada dan bagian bawah tubuh; energi yang dibakar cenderung lebih sedikit, karena massa otot wanita yang berfungsi sebagai ‘alat pembakar’ utama lebih kecil ketimbang pria, serta pengaruh hormonal dalam tiap fase reproduksi. Sebaliknya, kegemukan dapat menimbulkan masalah reproduksi, seperti hadi yang tidak teratur dan kemandulan.

  1. B. Saran – saran

Hindari kadar gula dan lemak tinggi. Hindari makanan berkadar gula dan lemak tinggi seperti cake cokelat, kue-kue (pastries), lemak hewan, mentega, fullcream milk, jeroan, dan lain-lain.

Konsumsi banyak buah. Mengonsumsi banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan karbohidrat dapat menjaga jumlah kalori yang masuk agar sesuai dengan kebutuhan.

Waspadai minuman bersoda. Anak-anak yang mengonsumsi minuman ringan bergula berisiko tinggi mengalami kegemukan. Laporan para peneliti Amerika yang diterbitkan oleh The British Medical Journal The Lancet, remaja AS perlu segera mengurangi minuman bersoda dan junk food yang berisiko mengganggu kesehatan. “Kami menemukan selalu ada minuman ringan di setiap hidangan tambahan, dan risiko kegemukan meningkat kira-kira 50 persen,

Kurangi menonton televisi. “Kegemukan pada anak-anak diakibatkan oleh banyak faktor. Tidak ditekankan hanya pada satu faktor, yaitu minuman ringan dan masalah gizi, melainkan juga kebiasaan seperti menonton televisi,” ungkap Ludwig. Membanjirnya acara di televisi, termasuk film-film kartun dan telenovela, membuat anak-anak dan ibu rumah tangga semakin lama duduk di depan televisi sambil ngemil. Keadaan demikian mendorong tubuh kurang gerak dan mudah menjadi gemuk.

Dari 4.771 wanita yang diteliti di Singapura, mereka yang menonton televisi tiga sampai empat jam sehari berpeluang dua kali lipat menjadi gemuk dibanding kelompok yang jarang menonton televisi.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Soekirman. Menghadapi masalah gizi ganda dalam Pembangunan Jangka  Pan jang Kedua: Agenda Repelita VI. Dalam: Risalah Widya karya  Nasional Pangan dan Gizi V. LIPI. Jakarta. 1994; 71­85
  2. Gibson RS. Principles of nutritional assessment. New York: Oxford Uni  versity Press. 1990
  3. James WPT. Ferro-Luzzi A, Waterlow JC. Definition of chronic energy  deficiency in adults. Report of a working party of the International Dietary  Energy Consultative Group. Eur’J Clin Nutr 1988: 42: 969­81

Satu Tanggapan to “Osbesitas”

  1. Obesitas emang banyak resiko penyakitnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: